Legenda Danau Kastoba



[LATE POST] Tidaklah sia-sia perjalanan cukup panjang yang ditempuh Kak Ojan dan rekan-rekan dari Jakarta ke Pulau Bawean, Gresik, September 2016 lalu, dalam rangka mengisi Pelatihan Guru Pandai Bercerita "Aku & Indonesia" di Kecamatan Sangkapura. Pasalnya, selain disuguhkan pemandangan kampung, bukit, pantai, dan laut yang menawan serta keramahan orang-orang Suku Bawean yang LUARRR BIASA bersahabat, Kak Ojan juga mendapatkan pengetahuan baru tentang sebuah Dongeng asli Pulau Bawean.

LEGENDA DANAU KASTOBA. Begitulah kira-kira judulnya. 

Dongeng ini bercerita tentang Ratu Jin yang menguasai Pulau Majeti (sekarang Bawean) dan sebuah pohon sakti yang tidak dimiliki oleh Ratu Jin lainnya di pulau manapun di seluruh Nusantara. Untuk menjaga pohon kebanggannya tersebut, Sang Ratu Jin menugaskan dua ekor burung gagak jantan dan betina.

Singkat cerita, dua ekor burung gagak tersebut lalai dalam menjalankan tugas yang telah diamanahkan, sehingga murkalah Sang Ratu Jin. Dua ekor burung gagak beserta anak keturunannya diusir dari Pulau Majeti, kemudian dengan kekuatannya Sang Ratu Jin mencabut pohon sakti hingga ke akar-akarnya dan melemparnya ke laut. Konon, bekas cabutan pohon besar itu mengeluarkan air yang lambat laun menjadi telaga atau danau, yang sekarang dikenal dengan nama Danau Kastoba.

Dongeng ini sangat menarik, karena tidak memuat hal-hal yang berbau "dewasa" dan "aman dikonsumsi" oleh anak-anak (tentu saja dengan beberapa penjelasan). Beda dengan beberapa dongeng Nusantara lain yang sarat akan konten-konten percintaan, perselingkuhan, maupun bahasa-bahasa vulgar yang tidak patut disampaikan kepada anak-anak, Dongeng Legenda Danau Kastoba benar-benar cerita yang dibuat untuk disampaikan kepada anak-anak.

Pesan moral dari Legenda Danau Kastoba adalah tentang sikap bertanggung jawab terhadap amanah yang telah diberikan. Dalam dongeng ini dua ekor burung gagak lah tokoh yang digambarkan tidak amanah sehingga mendapatkan hukuman berupa diusir dari Pulau Majeti beserta anak keturunan mereka.

Kak Ojan kemudian menjadikan Dongeng Legenda Danau Kastoba sebagai salah satu dongeng yang dipraktikkan oleh para peserta Pelatihan Guru Pandai Bercerita (16/09/2016) untuk menyampaikan salah satu dari 10 katakter anti korupsi kepada anak-anak.

Alhamdulillah seusai pelatihan, Kak Ojan dihampiri oleh salah satu guru yang memberikan hadiah berupa fotokopian Buku "Kisah-Kisah Pulau Puteri" yang memuat Legenda Danau Kastoba dan puluhan cerita lainnya seputar Pulau Bawean, baik itu dongeng lain maupun kisah-kisah nyata sejarah Pulau Bawean.


NB: Bagi yang penasaran dengan versi lengkap Dongeng Legenda Danau Kastoba, dapat mencarinya di Google dengan kata kunci "Legenda Danau Kastoba". Selamat mencari!


---
Pelatihan Guru Pandai Bercerita "Aku & Indonesia" di Pulau Bawean merupakan rangkaian roadshow edukasi nilai anti korupsi yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa Pendidikan, Pusat Belajar Anti Korupsi, Komunitas Filantropi Pendidikan, dan bekerjasama dengan komunitas-komunitas lokal di berbagai daerah di Indonesia.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar