GEPPUK Stop Kekerasan Pada Anak #2

Kak Ojan Pendongeng

GEPPUK masih terus melakukan Kampanye Stop Kekerasan Pada Anak. Setidaknya dalam 1 bulan ini sudah lebih dari 15 tempat di Jabodetabek yang didatangi para Pendongeng GEPPUK dalam rangka mengedukasi anak-anak tentang bagaimana menjaga diri mereka dari tindak kekerasan terutama kekerasan seksual yang kini marak diberitakan.

Sabtu, 31 Oktober 2015 Kak Ojan mewakili GEPPUK menggelar aksi bersama Dongeng Ceria di Majelis Cilik Yayasan Rahmatul Mawaddah, Jatiasih, Bekasi. Pada acara yang dihadiri sekitar 50 anak ini Kak Ojan membuka aksi dengan menjelaskan bagian tubuh mana saja yang tidak boleh dilihat dan disentuh orang lain, juga mengenalkan kepada anak beberapa tipe sentuhan melalui lagu.

SENTUHAN
Gubahan Lagu: "Aku Anak Gembala"
Lirik oleh: Kak Abu Miftah

Aku adalah Si Anak Pintar
menjaga tubuh bila disentuh

Sentuhan boleh: Bahu, Kepala
Lutut ke bawah, termasuk Tangan
La... la la... la la la la...

Sentuhan sayang: Bahu ke lutut
boleh disentuh Ayah dan Ibu

Sentuhan suci: tertutup rapat
oleh pakaian yang sangat sopan
La... la la... la la la la...

Kak Ojan Pendongeng

Setelah Kak Ojan dan anak-anak mengenal beberapa tipe sentuhan melalui lagu, tiba giliran Kak Iman mendongeng. Kali ini, Kak Iman menceritakan tentang kisah seekor Anak Burung Pipit yang tidak patuh dengan nasehat orangtuanya.

Konon, walaupun diperingatkan oleh ibunya agar Si Anak Burung Pipit tidak meninggalkan sarang karena di luar sangat berbahaya dan banyak binatang jahat, namun Anak Burung Pipit itu nekad melompat dari sarang saat ibunya tengah pergi mencari makan.

Karena belum bisa terbang, Si Anak Burung Pipit terjatuh terantuk-antuk ranting dan cabang hingga tubuh mungilnya mendarat di tanah. Untung saja rerumputan tempat dia mendarat membuatnya tidak terluka parah.

Tidak berapa lama, muncul seekor Om Kucing yang lucu mendekatinya. Si Anak Burung Pipit curiga Kucing binatang yang jahat. Namun, setelah Om Kucing memberinya makanan yang banyak, dia merasa bahwa Om Kucing adalah binatang yang baik meskipun baru ia kenal.

Si Anak Burung Pipit percaya dengan bujuk rayu Om Kucing. Dia dielus-elus, dipeluk, dan di-ninabobo-kan oleh Om Kucing dalam dekapan bulu-bulunya yang halus dan lebat. Seketika Anak Burung Pipit tertidur, dia tidak bangun lagi kecuali badannya sudah berada di mulut Om Kucing dan bercampur dengan air liur masuk ke dalam perut Om Kucing yang jahat.

***

Banyak kasus kekerasan terjadi pada anak, salah satu penyebabnya karena si anak tidak bisa mengidentifikasi bahaya di sekitarnya. Para pendongeng GEPPUK berusaha mengedukasi anak-anak tentang bahaya di sekitar mereka dan bagaimana cara melindungi diri melalui kegiatan bermain, bernyanyi, dan bercerita yang dekat dengan dunia anak-anak.

Sudahkah Anda membentengi anak-anak Anda dari tindak kekerasan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar